Eksterior Rumah

Eksterior Rumah


Pada dasarnya, desain rumah tinggal selalu dipengaruhi oleh bahan bangunan apa yang paling banyak tersedia di sekitarnya. Jauh sebelum beton dan baja, salah satu bahan bangunan yang paling umum digunakan adalah tanah. Bahan ini terasa lebih hangat dan nyaman dibandingkan dengan beton yang cenderung keras dan kaku. Seiring dengan perkembangan jaman, tanah banyak digantikan oleh bahan lain yang lebih praktis atau dimodifikasi untuk mengikuti tuntutan masyarakat modern.

Sebuah firma desain bernama CCS Architecture mencoba memanfaatkan bahan bangunan tradisional ini untuk membangun rumah tinggal dua lantai kontemporer. Pada awalnya rumah tinggal untuk keluarga yang terdiri dari lima orang ini dirancang untuk menggunakan beton sebagai bahan bangunan utamanya, tetapi karena sang pemilik rumah menginginkan agar rumahnya lebih ramah lingkungan, sang arsitek memutuskan untuk menggunakan tanah yang digali dari lokasi sebagai dinding lantai pertama. Sementara lantai dua didominasi oleh kayu.

Untuk bisa mengolah tanah menjadi dinding yang kuat, tanah harus melalui proses pemadatan khusus. Sang arsitek berkonsultasi dengan David Easton dari Rammed Earth Works – seorang ahli yang mengkhususkan diri di bidang itu, mengenai proses pengolahannya.

Entrance

Entrance

Rumah ini didesain untuk memiliki atmosfir yang mengundang, meskipun secara informal. Pintu masuk diletakkan di area entrance yang langsung menembus ke halaman belakang.

Ruang Penerima

Ruang Penerima

Karena istri dari pemilik rumah adalah keturunan Jepang, arsitek mendesain sebuah genkan – ruang penerima ala Jepang, semacam ruang peralihan dari ruang luar ke ruang dalam dimana pengunjung rumah bisa melepaskan alas kaki mereka yang kotor sebelum masuk ke rumah. Di ruang ini juga disediakan rak untuk menyimpan sepatu. Selain fungsional, rak yang terbuat dari kayu oak putih ini juga berfungsi sebagai elemen dekoratif yang memberikan kontras terhadap dinding tanah.

Dapur

Dapur

Bagian belakang rumah yang berbentuk U ini langsung terbuka ke halaman belakang.

Tangga Lantai Satu

Tangga Lantai Satu

Dinding tanah memiliki tampilan seperti batu. Meskipun tidak sekuat beton, bahan ini memiliki beberapa keunggulan. Misalnya, pembuatannya membutuhkan lebih sedikit energi. Selain itu tanah bisa menyerap dan menyimpan panas dan dingin dengan lebih baik, sehingga rumah akan terasa lebih hangat di musim dingin dan lebih dingin di musim panas.

Tangga

Tangga

Karena semua elemen rumah didesain bersamaan, semuanya terlihat terintegrasi dengan manis. Elemen-elemen bagian dalam rumah, termasuk tangga, seolah-olah merupakan salah satu furniture di dalam rumah.

Perpustakaan

Perpustakaan

Bagian atas tangga didesain sebagai tempat penyimpanan buku dan berfungsi sebagai perpustakaan keluarga. Langit-langit lorong panjang di lantai atas dibuat transparan sehingga cahaya bisa masuk, dan ruang tersebut bisa menjadi sebuah galeri yang bermandikan cahaya.

Kamar Tidur

Kamar Tidur

Untuk mempertahankan nada yang sama di semua bagian rumah, kamar tidur utama diisi dengan ranjang dan nakas yang didesain khusus oleh sang arsitek.

Kamar Mandi

Kamar Mandi

Eskterior Malam

Eskterior Malam

Desain rumah ini membuktikan kepada kita bahwa bahan bangunan tradisional juga bisa menghasilkan desain modern yang indah. Meskipun mengikuti trend industrialis yang menekankan penggunaan beton dan baja yang praktis itu boleh-boleh saja, tidak ada salahnya juga melirik bahan tradisional yang sebetulnya banyak tersedia di sekitar kita.

Apa pendapat Anda mengenai desain rumah ini? Silakan berkomentar dengan menggunakan form di bawah.

Sumber: Rammed Earth House by CCS Architecture : Remodelista